Islam adalah agama yang bersyari'ah (yuridisprudensi, perundang-undangan atau hukum). Kebijaksanaannya bersifat universal, autentik, tidak sulit dan tidak mempersulit. Setiap permasalahan bisa diseles
Selasa, 9 November 2010

Perspektif Islam dan Iman

Allah dan muhammad
Allah dan muhammad
sumber gambar Google picture

Oleh Ust.Syafrudin

Islam adalah agama yang bersyari’ah (yuridisprudensi, perundang-undangan atau hukum). Kebijaksanaannya bersifat universal, autentik, tidak sulit dan tidak mempersulit. Setiap permasalahan bisa diselesaikan dengan baik.

Islam adalah agama yang beradab syari’ah dengan ketetapan pada lima rukun Islam. Setiap muslim berkewajiban menjalankannya dengan syarat-syarat yang sudah ditentukan. Misalnya, dua kalimat syahadat harus dilafadzkan (kecuali bisu/tuna wicara), salat lima waktu wajib ditegakkan dengan segala peraturannya, begitu juga dengan ibadah puasa, zakat, dan haji jika mampu. Selain beradab syari’ah, Islam juga merupakan adab bathiniah yang teralisasi dalam rukun iman yang enam. Meyakini akan eksistensi Allah SWT sebagai Ilah, Rabb, dengan segala sifat-sifatNya. Meyakini adanya malaikat-malaikat yang bertugas mengawasi makhluk-Nya, begitu juga dengan rasul-rasulNya, kitab-kitabNya, terjadinya akhir dari segala kehidupan (kiamat), dan ketentuan atau ketetapan takdir baik/buruk pada setiap maklukNya. Keyakinan atau keimanan yang tumbuh pada setiap diri muslim akan membentuk kepribadian yang bersikap lurus dan jujur, penuh dedikasi dan tauladan. Rasulullah Muhammad saw adalah sosok manusia tauladan yang penuh dedikasi beradab syariah dan bathiniah. Alam sadar dan bathinnya terbuka dengan lebar sampai menembus cakrawala fatamorgana hingga ke alam gaib (surga dan neraka). Beliau berdialog dan berkata-kata dengan manusia, malaikat dalam tata krama yang penuh dengan kesopanan dan santun. Beliau juga mendapatkan tarbiyah (pelajaran) langsung dari Allah SWT melalui malaikat Jibril as.

Momentum sejarah terbesar beliau diabadikan dalam Al Qur’an, tentang perjalanan isra dan mi’raj dari masjid Al Haram (Mekah) ke masjid Al Aqsa (Palestina) dalam satu malam. Surat Al Isra ayat: 1, Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Mendengar lagi Mengetahui.  

Singkronisasi antara adab syariah dan bathiniah sangat dibutuhkan oleh setiap muslim dalam rangka mencapai derajat ihsan (terbaik) sehingga nilai keislamannya yang terbaik akan membentuk akhlak lahir yang terbaik pula seperti berbicara, mendengar, atau diamnya. Begitu pula dengan keimanannya yang terbaik, akan menghasilkan akhlak bathin (hati) yang baik, tidak iri, dengki, namimah, sum’ah, berburuksangka, dan lain-lain.

Di dalam Al Qur’an banyak ayat yang menyebutkan kalimat orang-orang beriman dan beramal saleh secara berurutan, “iman dan amal saleh”. Iman merupakan adab bathin sedangkan amal saleh adalah Islam itu sendiri. Seperti ayat “Hai orang-orang yang beriman masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu”.(QS 2:208).

Hidup di dunia menjadi muslim yang membawa keselamatan diri, keluarga, dan umat Islam. Di alam akhirat pembawa keselamatan, kebahagiaan, dan kedamaian dalam surga Allah SWT. Sebagaimana janji Allah SWT, “Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.(QS:16:97). Wallahu ‘alam (odg/rz)

Comments:
ajxload
* Name:
* Email :
* Message :
* Security Code :

AGENDA KEGIATAN

Berita Islami

Web / Blog

Jumlah Pengunjung
Hari ini:138
Minggu ini:1410
Bulan ini:7458
Tahun ini:17117
Total:162764