|
Sabtu, 10 Desember 2011
(Sambungan tulisan ‘DI BALIK HARI ANTI KORUPSI)
3 Faktor Penyebab Korupsi
Korupsi
Sumber: Newstime Africa
Disampaikan oleh Syekh Muh. Fathurahman, Mag (Mursyid Al-Idrisiyyah) pada Pengajian malam Jum’at, 8 Desember 2011
Penyakit berbahaya yang sedang menimpa manusia di seluruh dunia saat ini, khususnya umat Islam adalah praktek korupsi.
Banyak orang yang melaksanakan sholat, tidak menjamin kurangnya kasus korupsi di negara ini. Banyak yang sholatnya rajin tapi korupsinya juga rajin. Mengapa? Sebab mereka hanya melakukan sholat dari sisi fiqih semata, tidak masuk ke dalam hakikat (tasawuf)nya. Penghayatan dan kekhusyu’an sholat inilah yang tidak diperhatikan, termasuk fungsi sholat ‘tanhaa ‘anil fahsyaa-i wal munkar’. Jadi, sholatnya baru sebatas fiqih-nya saja, tidak ada makna di dalamnya, sehingga fungsi sholat tidak berfungsi dalam kehidupan sehari-hari. Ini sangat memprihatinkan. Mayoritas penduduknya muslim, tapi menjadi negara terkorup di Asia. Hal ini terjadi karena pelaksanaan ibadah sebatas ritual,formalitas, fiqih ansich tanpa tasawuf atau penghayatan ihsaniyyah, tidak masuk ke dalam jiwa.
Faktor kedua, karena penyakit post modern saat ini adalah kecenderungan kebendaan (materialistis) yang emnjadikan ukuran segalanya, dan menjadi kebanggaan. Inilah penyakit yang berbahaya pada zaman modern saat ini. Yang jadi ukuran adalah materi, tidak memperhatikan aspek-aspek ruhaniyyah.
Ketika manusia begitu cinta kepada materi, maka tentu berapapun besarnya penghasilan (gaji) tidak akan pernah cukup. Apalagi keinginan nafsu itu tidak terbatas. Sudah punya satu ingin punya dua, sudah punya dua ingin punya tiga, dan seterusnya. Itu merupakan gejolak syahwat nafsu. Kalau tidak dikekang dengan keimanan maka keinginan nafsu itu akan terus merajalela, sementara kemampuan manusia terbatas. Mencari uangnya terbatas, gajinya terbatas, fasilitasnya terbatas. Ketika tidak seimbang antara kebutuhan (keinginan) dengan kemampuan, pasti akan terjadi penyelewengan. Ini adalah faktor yang kedua.
Yang ketiga, karena manusia sudah berkurang keimanannya kepada Allah dan Hari Akhir. Iman kepada Allah selalu disandingkan dengan Iman kepada Hari Akhir. Apakah Hari Akhir itu? .. Hari Pembalasan!
Sekecil apapun baik berupa atom (partikel) kebaikan atau keburukan akan ditampakkan dan dibalas di sana. Famay ya’mal mitsqoola dzarrotin khoyroy yarohu, wa may-ya’mal mitsqoola dzarrotin syarroy arohu. Inilah yang disebut dengan Hisab Allah. Kita berbuat baik dan buruk walaupun sangat kecil maka akan dibalas oleh Allah SWT. Jangankan jutaan, membuat mark-up (penggelembungan) anggaran belanja atau bentuk korupsi lainnya dengan nilai miliyaran hingga triliyunan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
Mengapa korupsi merajalela dan masuk kepada orang yang mengaku dirinya sebagai muslim? .... Karena lemahnya iman kepada Allah dan Hari Akhir. Mereka menganggap semua tindakannya tidak akan pernah dipertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak.
Harapan besar kita, marilah kita bangun nilai spiritualitas dalam Islam. Insya Allah jika ruhani kita semakin tangguh dan kokoh, maka tindakan-tindakan atau akhlak kita semakin mulia. Kita bangun Ukhuwah Islamiyyah, maka orang-orang kafir atau musuh-musuh Allah pun akan gentar menghadapi kaum muslimin. Innal ‘Izzata lillaahi walir rosuuli walil mu’miniin. Kemuliaan milik Allah, dan diwariskan kepada Rasul-Nya, kemudian akan diberikan kepada orang-orang yang beriman di setiap zamannya.
Mudah-mudahan Allah berikan kemuliaan kepada umat Nabi Muhammad Saw, umat akhir zaman ini, di dunia dan akhirat. Amin Yaa Robbal ‘Alamiin.
Lq, 10 Desember 2011
|