Sultan Muhammad Al-Fatih, adalah sosok pejuang Islam yang berhasil menaklukkan kota Konstantinopel. Beliau tidak pernah meninggalkan sholat tahajjud.
Selasa, 18 Oktober 2011

Inspiring Tahajjud

Tahajjud
Tahajjud
Ibadah orang-orang pilihan

Semalam, tak disangka ketika  berkunjung ke rumah kawan saya menemukan buku yang menarik. Walau selintas, beberapa halaman tulisan di buku tersebut masih terngiang dalam ingatan. Tulisan ini semoga menjadi inspirasi bagi kita untuk menegakkan amalan ibadah yang mungkin kita sering lupakan.

Sultan Muhammad Al-Fatih, adalah sosok pejuang Islam yang berhasil menaklukkan kota Konstantinopel atau pusat Kekaisaran Romawi Timur (Istambul, Turki saat ini). Diberikan gelar 'Al-Fatih' yang artinya Pembuka atau Penakluk, karena setelah sekian abad lamanya sejak zaman Nabi, sahabat dan Tabi'in, wilayah tersebut belum berhasil dikuasai. 2 tahun setelah Muhammad Al-Fatih menggantikan posisi ayahnya menjadi Sultan, dalam usia relatif muda, yakni 21 tahun ia berhasil menaklukkan kota bersejarah tersebut.

Tidak disangka di awal-awal kehadirannya di sana sudah dihadapkan kepada suatu persoalan yang membutuhkan solusi yang tepat. Saat mereka berhasil menduduki seluruh penjuru kota, di hari Jum'at pertama sejak keberhasilannya itu, seluruh pasukannya bingung untuk menentukan siapakah yang pantas untuk menjadi Imam pada sholat Jum'at tersebut

Akhirnya, Muhammad Al-Fatih berdiri dengan suara lantang mengumpulkan seluruh pasukannya di sebuah tempat. Lalu ia berkata, 'Siapakah di antara kalian yang pernah meninggalkan sholat fardhu sejak usia baligh hingga saat ini? Jika ada silahkan duduk!' Mendengar ucapan ini seluruh pasukan tetap tidak bergeming pada posisi berdiri. Artinya seluruh anggota pasukannya tidak ada satupun yang pernah meninggalkan sholat fardhu.

Kemudian Muhammad Al-Fatih bertanya lagi, 'Siapakah di antara kalian yang pernah meninggalkan satu kali sholat sunat rawatib sejak baligh hingga sekarang? Jika ada silahkan duduk!' Mendengar perkataan ini, sebagian anggota pasukan Sultan duduk, dan sebagian lagi masih berdiri tegak.

Muhammad Al-Fatih lalu bertanya, 'Siapakah di antara kalian yang pernah meninggalkan sholat tahajjud di malam hari sejak usia baligh hingga saat ini? Jika ada silahkan duduk!' Maka seluruh pasukannya duduk. Yang tinggal hanyalah Sultan Muhammad Al-Fatih.

Dengan demikian terjawablah siapa yang berhak menjadi imam dan khatib Jum'at pertama kali di kota Konstantinopel yang baru dipijak kaum muslimin tersebut.

Lq, 17 Okt '11

AGENDA KEGIATAN

Berita Islami

Web / Blog

Jumlah Pengunjung
Hari ini:132
Minggu ini:1404
Bulan ini:7452
Tahun ini:17111
Total:162758