|
Jum'at, 20 Januari 2012
Kunjungan ke BMT Nurul Iman
Kunjungan ke BMT Nurul Ihsan-1
Mengembangkan Ekonomi Islam berbasis masyarakat lokal
Beberapa Pengurus Al-Idrisiyyah beberapa waktu lalu berkunjung ke BMT Nurul Iman (Cijantung), menyusul amanat Mukernas Al-Idrisiyyah yang menghasilkan beberapa program, di antaranya peningkatan ekonomi berbasis syariah dan bermanfaat bagi umat.
Ir. Ubun Bunyamin, MM yang merupakan praktisi Perbankan Syari’ah ICMI (Pinbuk) dalam presentasinya mengungkapkan bahwa BMT (Baitul Mal wat Tamwil) di Masjid Nurul Iman sudah lama eksis. Proses pertumbuhannya mengalami pasang surut, hingga 4 kali berubah nama. Aset awal BMT adalah 112 juta, dan sekarang sudah mencapai 2,4 M dengan total naasabah sekitar 400 orang.
Tidak hanya itu, kemajuan BMT Nurul Iman tidak hanya dirasakan oleh masyarakat sekitar, bahkan dari luar daerah hingga luar negeri pernah ke tempat ini. BMT ini pernah dikunjungi oleh pejabat keuangan negara-negara di dunia, di antaranya Yordania, Malaysia, IDB, dan lain-lain. Dalam waktu dekat, menurut Pak Bunyamin, pihak ICMI akan mengadakan kerjasama dengan negara Palestina dalam rangka mewujudkaan BMT di sana.
Sebagai contoh BMT yang sukses adalah BUS yang berpusat di Rembang. Asetnya sekarang sudah mencapai 237 M (semula hanya 3 jt). Anggotanya sebanyak 27.000 orang (semula 273 orang). Kedua adalah BMT yang berada di Pekalongan dengan total aset 47 M dari semula yang hanya bermodalkan 7,5 jt. Diharapkan keberadaan jama’ah Idrisiyyah yang berjumlah ribuan di berbagai wilayah bisa menopang kesuksesan munculnya BMT di Pusat Al-Idrisiyyah di Tasikmalaya.
Beberapa peran strategis BMT yang dikemukakan pada studi banding tersebut adalah: menegakkan syari’ah, kepemilikannya adalah masyarakat lokal, melaksanakan prinsip pembebasan, mengutamakan prinsip pemberdayaan, menegakkan prinsip keadilan. BMT juga dikelola secara profesional sebagaimana Bank Konvensional, bersifat mandiri dan mengakar di tengah masyarakat.
Efek positif dari berdirinya BMT Nurul Ihsan, menurut Pengurus DKM Masjid Nurul Ihsan adalah lumpuhnya pertumbuhan rentenir yang berkembang di lingkungan masjid. Rentenir yang senantiasa menjemput bola mencari mangsa ini merupakan musuh utama produk BMT.
Rencananya pada Pekan Qini Nasional mendatang akan diadakan Launching BMT Al-Idrisiyyah, diawali dengan Seminar Kajian BMT yang diisi oleh Pakar-pakar Ekonomi Syari’ah tingkat nasional. “Selama ini secara teknis, pengoperasian Koperasi di Pondok Pesantren sudah berjalan dengan sistem Syari’ah dengan adanya UJKS. Jadi, proses pendirian BMT nantinya akan menjadi lebih mudah” ujar Kabid Ekonomi Al-Idrisiyyah.
Lq, 18 Jan 2012
|